Pilih Bahasa:
Baca Berita

Pengawas LPD Selat Peken hari ini ditahan Penuntut Umum Kejari Bangli.

Oleh : | 21 Oktober 2019 | Dibaca : 3465 Pengunjung


Pengawas LPD Selat Peken hari ini ditahan Penuntut Umum Kejari Bangli.

Penyidik Kejari Bangli hari ini Senin 21 Oktober 2019 resmi menyerahkan tersangka I Made Rijasa dan barang bukti perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di LPD Selat Peken kepada Penuntut Umum Kejari Bangli.

Tersangka I Made Rijasa yang turut didampingi Penasehat Hukum dan keluarga besarnya terlihat pasrah saat menaiki kendaraan tahanan Kejari Bangli guna menjalani penahanan selama 20 hari di Rutan Bangli dan dikawal oleh seluruh tim Penuntut Umum Kejari Bangli yang terdiri dari I Dewa Gede Agung Mahendra Gautama, SH , Anak Agung Gde Hendrawan, SH, M. Matulessy, SH, Gunawan Hari Prasetyo, SH, Ketut Kartika, SH dan Gadiz Arisa, SH.

Perkara atas nama tersangka I Made Rijasa ini merupakan perkara yang ada kaitannya dengan perkara atas nama Ni Luh Natariyantini, SE sebagai Kepala LPD Selat Peken yang baru saja divonis seminggu lalu, sedangkan I Made Rijasa sendiri merupakan Pengawas LPD Selat peken yang berkas perkaranya diajukan secara terpisah.

Kasi Pidsus Kejari Bangli, I Dewa Gede Agung Mahendra Gautama, SH menyampaikan bahwa "penahanan terhadap tersangka dilakukan karena syarat obyektif dan subyektif telah terpenuhi, dan secepatnya berkas perkara yang bersangkutan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar guna menjalani persidangan"

Ketika ditanya tentang Pasal yang didakwakan kepada tersangka, Kasi Pidsus menjelaskan tersangka didakwa melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1)ke-1 KUHP Subsidiair Pasal 3 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1)ke-1 KUHP.


Oleh : | 21 Oktober 2019 Dibaca : 3465 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :