Pilih Bahasa:
Baca Berita

Terdakwa Korupsi LPD Selat diputus bersalah, ini vonis lengkapnya.

Oleh : | 15 Oktober 2019 | Dibaca : 1183 Pengunjung


Terdakwa Korupsi LPD Selat diputus bersalah, ini vonis lengkapnya.

Ni Luh Natariyantini, SE, terdakwa tindak pidana korupsi dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di LPD Selat, Kabupaten Bangli akhirnya divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar pada persidangan hari Selasa, 15 Oktober 2019.

Sebelum persidangan dengan agenda pembacaan putusan, sidang sempat dibuka untuk mendengarkan pembacaan Repliek dari Penuntut Umum terhadap pembelaan Penasehat Hukum terdakwa. Dalam repliek yang dibacakan oleh Penuntut Umum M. Matulessy, SH sempat menyentil kesesatan berpikir dari Penasehat Hukum terdakwa yang menyatakan bahwa dengan dikembalikannya seluruh kerugian keuangan Negara, maka unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain dan unsur dapat merugikan kerugian keuangan Negara menjadi tidak terpenuhi, padahal Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah memberikan garis tegas bahwa pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapus tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa.

Sidang selanjutnya diskorsing untuk musyawarah Majelis Hakim, dan saat pembacaan putusan, Majelis Hakim sependapat dengan Penuntut Umum bahwa seluruh unsur-unsur dalam Dakwaan Subsidiair Penuntut Umum dan terdakwa haruslah dihukum.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Ester, SH kemudian menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan 1 bulan kepada terdakwa Ni Luh Natariyantini, SE, terdakwa juga dibebani membayar denda sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) subsidiair 1 bulan kurungan, dan biaya perkara sebesar Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah), sedangkan seluruh barang bukti akan digunakan dalam perkara tersangka I Made Rijasa, pengawas LPD Selat.

Hal-hal meringankan yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim adalah terdakwa sopan di persidangan, dan terdakwa telah melunasi seluruh kerugian keuangan Negara sebesar Rp 225.000.000,-

Terhadap putusan tersebut, terdakwa dan Penasehat Hukum langsung menyatakan menerima sedangkan Penuntut Umum I Dewa Agung, SH, M. Matulessy, SH dan Ketut Kartika, SH menyatakan pikir-pikir.

 


Oleh : | 15 Oktober 2019 Dibaca : 1183 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :